Senin, 11 November 2013

Perpindahan Penduduk Mengakibatkan Pencampuran Budaya

Penduduk
Menurut Undang-Undang Dasar 1995 yang di maksud Penduduk ialah warga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia. 

Budaya
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.Bahasa, sebagaimana jugabudaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis.

Migrasi
Secara umum Migrasi adalah perpindahan penduduk dengan tujuan untuk menetap dari suatu tempat ke tempat lain melewati batas administratif (migrasi internal) atau batas politik/negara (migrasi internasional). Dengan kata lain, migrasi diartikan sebagai perpindahan yang relatif permanen dari suatu daerah (negara) ke daerah (negara) lain.
Ada dua dimensi penting dalam penalaahan migrasi, yaitu dimensi ruang/daerah (spasial) dan dimensi waktu.

Tinjauan migrasi secara regional sangat penting dilakukan terutama terkait dengan kepadatan dan distribusi penduduk yang tidak merata.
Migrasi salah satu dari tiga komponen dasar dalam demografi, Migrasi bersama dengan dua komponen lainnya, kelahiran dan kematian, mempengaruhi dinamika kependudukan di suatu wilayah.

Penduduk, masyarakat dan kebudayaan merupakan komponen-komponen yang penting dalam suatu kehidupan sosial. Dari individu-individu yang berkumpul di suatu tempat maka lahirlah penduduk, kemudian dari penduduk tersebut lahirlah masyarakat dimana penduduk yang mendiami suatu daerah dan memiliki suatu ciri khas yaitu kebudayaan. Suatu masyarakat pasti akan menghasilkan suatu kebudayaan yang baru karena terdapat kemajemukan dala masyarakat tersebut sehingga kebudayaan yang baru pun dapat dibentuk. Kebudayaan merupakan hasi dari kehidupan masyarakat iu sendiri. Dimana mereka belajar tentang adat-istiadar, tata karma, sopan santun dan lain-lain dalam suatu kebudayaan.

Dan sekarang saya akan membahas mengapa perpindahan penduduk penyebab percampuran budaya. seperti yang kita tahu mobilisasi atau perpindahan terhadap seseorang dari satu wilayah ke wilayah lain sangat mudah dilakukan. karena ditunjang dengan transportasi yang memadai. akibat mudahnya perpindahan ini mengakibatkan percampuran budaya. tidak hanya budaya lokal tetapi budaya luar negeri juga mengalami percampuran.

Mengapa begitu mudahnya percampuran budaya terjadi di Indonesia ?
karena jumlah penduduk indonesia yang begitu padat, membuat pemerintah mengeluarkan kebijakan imigrasi atau pemerataan penduduk dari daerah berpenduduk padat ke daerah yang jumlah penduduknya sedikit. dengan adanya perpindahan penduduk ini mengakibatkan masuknya budaya luar kedalam satu wilayah atau daerah.

Dan dampak nya adalah masyarakat cenderung menirukan hal-hal baru tanpa memikirkan akibatnya. ditambah lagi kesadaran generasi muda untuk mempertahankan kebudayaan asli daerahnya semakin berkurang, ini menyebabkan mudahnya percampuran budaya terjadi 
oleh sebab itu kita sebagai generasi muda, sudah seharusnya menjunjung tinnggi kebudayaan yang kita miliki, banggga sebagai warga indonesia yang memiliki beragam kebudayaan. tetap memperkokoh diri untuk tidak terpengaruh budaya asing yang mmbawa dampak buruk.

Sebagai contoh percampuran budaya yaitu orang jawa yang sebelumnya tinggal di Yogyakarta kemudian pindah ke Padang, maka ia harus menyesuaikan diri dengan budaya orang orang asli Padang. Seperti cara berbicaranya, mungkin di rumah ia bisa menggunakan bahasa jawa sebagai bahasa sehari-hari dengan keluarga. Tetapi di luar rumah ia harus bisa menyesuaikan diri dengan berbahasa Padang/ Bahasa Indonesia yang baik.


Referensi:
  1. http://www.google.com
  2. www.wikipedia.com
  3. http://febrinasrinatasa.wordpress.com/2012/10/07/pertumbuhan-dan-perkembangan-penduduk/
  4. http://ilmusosialdasar-ka28.blogspot.com/2011/11/penduduk-masyarakat-dan-kebudayaan.html
  5. rany-denestasia.blogspot.com/2011/10/ruang-lingkup-ilmu-sosial-dasar.html
  6. arif-rahmans.blogspot.com/2010/11/peran-ilmu-sosial-dasar-dalam.html


Nama: Artaga Bunaiya
Kelas: 1KA05
NPM: 11113400

Fungsi Ilmu Sosial Dasar


Dalam masa perkuliahan kita sebagai mahasiswa di harapkan menjadi lulusan atau sarjana yang mempunyai seperangkat kemampuan yang terdiri dari :
-    Kemampuan akademik
-    Kemampuan Profesi
-    Kemampuan Pribadi


Mahasiswa merupakan generasi awal yang akan mengembangkan ilmu sosial dasar, dengan adanya mahasiswa yang mempunyai tingkatan yang lebih tinggi dari siswa yang lain, diharapkan pentingnya ilmu yang mempelajari tentang sosial dasar ini akan cepat membuahkan hasil, atau dengan kata lain terlihat jelas fungsi dari sosial dasar tersebut. 

Dengan seperangkat kemampuan yang dimiliki tersebut di atas, lulusan perguruan tinggi diharapkan menjadi sarjana yang cakap dan ahli di bidang yang ditekuninya, serta mau dan mampu mengapdikan keahliannya untuk kepentingan masyarakat Indonesia dan umat manusia pada umumnya. 

Untuk mewujudkannya para mahasiswa juga dituntut untuk percaya diri dalam bersosialisasi dengan orang lain, oleh sebab itu di perguruan tinggi, mahasiswa dibekali dengan ISD atau Ilmu Sosial Dasar.

Berdasarkan sumber filsafat yang dianggap sebagai ibu dari ilmu pengetahuan, maka ilmu pengetahuan dapat dikelompokan menjadi tiga :
1.    Natural Sciences (Ilmu-Ilmu Alamiah), meliputi : Fisika, Kimia, Astronomi, Biologi dan lain-lain.
2.    Social Sciences (Ilmu-Ilmu Sosial), meliputi : Sosiologi, Ekonomi, Politik Antropologi, Sejarah, Psikologi, Geografi, dan lain-lain
3.    Humanities (Ilmu-Ilmu Budaya) meliputi : Bahasa, Agama, Kesusastraan, Kesenian, dan lain-lain


Ilmu Sosial Dasar adalah pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial, khususnya yang diwujudkan oleh masyarakat Indonesia dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial seperti : sejarah, ekonomi, geografi sosial, sosiologi, antropologi, pyscologi sosial

Tujuan Ilmu Sosial Dasar sebagai salah satu mata kuliah umum adalah mahasiswa ;
a.    Memahami dan menyadari adanya kenyataan-kenyataan sosial dan masalah-masalah sosial yang ada dalam masyarakat.
b.    Peka terhadap masalah-masalah sosial dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha-usaha menanggulanginya.
c.    Menyadari bahwa setiap masalah sosial yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat kompleks dan hanya dapat mendekatinya (mempelajarinya) secara kritis-interdisipliner.
d.    Memahami jalan pikiran ahli dari bidang ilmu pengetahuan lain dan dapat berkomunikasi dengan mereka dalam rangka penanggulangan masalah sosial yang timbul dalam masyarakat.


Sangatlah penting bagi mahasiswa untuk dapat memiliki skill khusus , seperti : memahami , menyadari, peka, dan berpikir secara luas. Agar dapat menyeimbangkan dan bertugas sebagai balancer atau penyeimbang dalam kehidupan, jadi tidak hanya mempelajari tentang ilmu pasti, tetapi juga harus mempelajari ilmu sosial dasar juga.


Referensi:
  1. http://fujaresturespati.wordpress.com/2012/12/24/ilmu-sosial-dasar/
  2. http://aulialuthfi23.blogspot.com/2013/09/hakikat-dan-fungsi-ilmu-sosial-dasar.html
  3. http://suhailykamil.wordpress.com/2010/11/26/fungsi-ilmu-sosial-dasar-dalam-perkuliahan/
  4. http://roberttflash.blogspot.com/2010/10/apa-manfaatnya-kita-mempelajari-ilmu.html


Nama: Artaga Bunaiya
Kelas:1KA05
NPM: 11113400